Mengapa Tuhan dihilangkan?

Tadi malem pas nonton tv ga sengaja denger ucapan salah satu pemerannya: "semua adalah kuasa yang di atas". tiba-tiba aku tersadar, tampaknya istilah "yang di atas" sudah semakin menjamur. entah mengapa hal ini menggelitik pikiranku. mengapa istilah tsb lebih populer? mengapa kita tidak menggunakan istilah Tuhan atau Allah atau istilah lainnya yg mengacu pada Tuhan sesuai dg kepercayaan masing-masing? entah kenapa tampaknya orang-orang merasa tabu untuk mengucapkan kata TUHAN. dan mengapa istilah TUHAN harus diidentikan dengan istilah "yang di atas"? bukankah Tuhan ada dimana-mana dan "yang di atas" itu belum tentu Tuhan? bagaimana kalau disaat mengucapkan kata tsb ada seseorang yang kebetulan posisinya ada di atas kita? hal tersebut akan menjadi rancu. jadi, mengapa kita tidak mulai membiasakan diri menggunakan istilah TUHAN? mulailah dari sekarang dan mulai dari diri sendiri.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Mengapa Tuhan dihilangkan?"

Post a Comment