kacamata siapa?

Hhhffff! Cape! Terkadang ingin sekali menjadi orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak peduli orang lain. My mom said "sabodo teuing batur rek nungging oge, nu penting mah urang seneng sorangan" yang kalau diterjemahkan secara bebas kira-kira artinya seperti ini: terserah orang mo ngapai juga yang penting kita happy. tapi pada akhirnya saya slalu berpikir, betapa beruntungnya orang yang bisa memandang suatu hal dengan berbagai macam perspektif.
Sepertinya semakin sedikit orang yang mampu memandang suatu masalah dengan berbagai sudut pandang. Mereka hanya memandangnya dari perspektif mereka sendiri. Dengan mudahnya mereka berkata: "seharusnya dia begini" atau "seharusnya dia tidak boleh begitu" tanpa mempertimbangkan posisi orang yang bersangkutan. Mereka tak pernah mengerti bahwa keadaan kita sudah tentu berbeda dengan orang yang memiliki masalah tertentu.
Jadi mulailah untuk mencoba memandang suatu masalah dengan bijak. Sebelum berkomentar, ingatlah selalu kacamata siapa yang kita pakai untuk melihat?

Read Users' Comments (0)

Siapa yang mendengar?

setiap saat semua orang slalu menuntut untuk didengar. tak peduli hujan badai atau matahari panas membara, selagi ada kesempatan teruslah bicara. bahkan saat orang lain bicara, kita pun akan terus berbicara. memang sudah kodrat manusia ingin slalu didengar dan dimengerti. tapi pernakah anda meluangkan waktu sejenak untuk berhenti bicara, mendengarkan orang lain dan memahaminya?

Read Users' Comments (0)